Kisah

Rasulullah Berbicara dengan Pohon, Mukjizat yang Membuat Banyak Orang Masuk Islam

Redaksi
×

Rasulullah Berbicara dengan Pohon, Mukjizat yang Membuat Banyak Orang Masuk Islam

Sebarkan artikel ini
Rasulullah berbicara dengan pohon
Ilustrasi AI ChatGbt

ANNAIRI.OR.ID – Kisah Rasulullah berbicara dengan pohon merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan kebesaran Allah SWT sekaligus menjadi bukti kebenaran risalah Islam.

Peristiwa luar biasa ini membuat banyak orang yang semula ragu akhirnya memeluk Islam setelah menyaksikan langsung keajaiban yang terjadi di hadapan Rasulullah SAW.

Mukjizat Rasulullah SAW bukan hanya disaksikan oleh para sahabat, tetapi juga oleh orang-orang yang sebelumnya belum beriman. Kisah ini menjadi pengingat bahwa seluruh makhluk di alam semesta tunduk kepada kehendak Allah SWT.

Kisah Rasulullah Berbicara dengan Pohon

Dikutip dari buku 115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah Saw. karya Fuad Abdurahman, berikut kisahnya:

Ibnu Umar r.a. menceritakan bahwa dalam sebuah perjalanan, Rasulullah SAW bertemu dengan beberapa orang pedalaman. Beliau kemudian mengajak mereka untuk memeluk Islam.

Namun, orang-orang tersebut masih menyimpan keraguan. Rasulullah SAW pun bersabda,

“Aku akan memperlihatkan sesuatu kepada siapa pun yang masih sangsi. Ini adalah pohon, aku akan bicara kepadanya dan meminta sesuatu darinya.”

Tidak lama kemudian, pohon yang berada di hadapan Rasulullah SAW tiba-tiba merunduk hingga mencium bumi, lalu kembali berdiri tegak seperti semula.

Melihat kejadian yang luar biasa itu, orang-orang pedalaman langsung mengucapkan syahadat sebanyak tiga kali.

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.”

Peristiwa tersebut menjadi salah satu bukti nyata mukjizat Rasulullah SAW yang mampu meluluhkan hati orang-orang yang sebelumnya masih meragukan kenabian beliau.

Pohon Kurma Datang Memenuhi Panggilan Rasulullah

Dalam riwayat lain, Buraidah Al-Aslami menuturkan bahwa seorang Arab Badui meminta Rasulullah SAW memperlihatkan mukjizat.

Orang Badui itu meminta Rasulullah SAW memanggil sebatang pohon sebagai bukti kenabian beliau. Rasulullah SAW pun menyanggupi permintaan tersebut.

Tak lama berselang, sebatang pohon kurma datang menghampiri hingga berhenti di hadapan Rasulullah SAW. Pohon itu kemudian mengucapkan salam,

“Salam keselamatan atasmu, wahai utusan Allah.”

Setelah mukjizat itu disaksikan, Rasulullah SAW memerintahkan pohon tersebut kembali ke tempat asalnya, dan pohon itu pun menaati perintah beliau.

Pohon Kurma Menangis Saat Rasulullah Berkhutbah

Mukjizat lainnya terjadi ketika Rasulullah SAW mulai menggunakan mimbar untuk menyampaikan khutbah.

Sebelumnya, beliau biasa bersandar pada sebatang pohon kurma ketika berbicara kepada para sahabat. Ketika Rasulullah SAW berpindah ke mimbar, pohon kurma tersebut merasa kehilangan.

Pohon itu menangis dengan suara yang begitu jelas hingga terdengar oleh para sahabat. Tangisan tersebut membuat orang-orang di sekitarnya ikut menangis karena terharu.

Melihat keadaan itu, Rasulullah SAW memanggil pohon tersebut. Pohon itu datang, bersujud ke bumi, kemudian kembali lagi ke tempatnya setelah Rasulullah SAW menenangkannya.

Peristiwa ini menunjukkan betapa seluruh makhluk mengenal dan mencintai Rasulullah SAW sebagai utusan Allah.

Hikmah dari Kisah

Hikmah yang dapat menjadi pelajaran bagi setiap Muslim dari kisah ini yakni mukjizat yang Allah SWT anugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW menjadi bukti nyata atas kebenaran risalah yang beliau bawa. Peristiwa ini mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah SWT.

Bahkan, pohon sebagai makhluk ciptaan-Nya dapat tunduk dan menaati perintah Rasulullah SAW atas izin Allah.

Selain itu, kisah ini menunjukkan bahwa seluruh makhluk di alam semesta mengenal dan memuliakan Rasulullah SAW.

Pohon yang merunduk, datang memenuhi panggilan, hingga menangis ketika ditinggalkan Rasulullah SAW menjadi bukti bahwa kecintaan kepada Nabi tidak hanya dimiliki oleh manusia, tetapi juga makhluk lainnya.

Hal ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dengan meneladani akhlak, ajaran, dan sunnah beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Peristiwa ini juga mengajarkan bahwa hidayah dapat datang melalui berbagai cara. Orang-orang pedalaman dan seorang Arab Badui yang awalnya meragukan kenabian Rasulullah SAW akhirnya mengucapkan syahadat setelah menyaksikan langsung mukjizat tersebut.

Oleh karena itu, setiap Muslim hendaknya terus membuka hati terhadap kebenaran, memperkuat keimanan, dan meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT.

Pada akhirnya, kisah ini mengingatkan umat Islam untuk semakin memperteguh iman kepada Allah SWT, mempercayai mukjizat yang diberikan kepada para nabi, serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam menjalani kehidupan.

Dengan keimanan yang kokoh dan kecintaan kepada Rasulullah SAW, seorang Muslim akan semakin terdorong untuk mengamalkan ajaran Islam dengan penuh keikhlasan dan istiqamah.

Penutup

Kisah ini menjadi salah satu mukjizat yang menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT.

Peristiwa pohon yang merunduk, mengucapkan salam, hingga menangis ketika ditinggalkan Rasulullah SAW memberikan pelajaran bahwa seluruh makhluk tunduk kepada kehendak Allah dan mengenal kemuliaan Rasul-Nya.

Dengan memahami kisah ini, umat Islam diharapkan semakin mantap keimanannya dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. []