Acara Mbah Ubaid Mantu menjadi rangkaian tasyakuran pernikahan putri KH Ubaidullah Shodaqoh di Ponpes Al-Itqon Bugen, Semarang.
ANNAIRI.OR.ID – Keluarga besar KH Ubaidullah Shodaqoh akan menggelar acara bertajuk Mbah Ubaid Mantu sebagai rangkaian tasyakuran pernikahan putrinya, Dawai Millati Fatimah, dengan Izzuddin Hafi dari Pondok Pesantren Al-Ihsan Jampes, Kediri.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026 mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai di Aula Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Pedurungan, Kota Semarang.
Kegiatan ini menjadi momentum syukur sekaligus silaturahmi keluarga besar kedua mempelai bersama masyarakat, santri, alumni, sahabat, serta berbagai kalangan yang selama ini memiliki kedekatan dengan lingkungan pesantren.
Acara dikemas dalam suasana kebudayaan dan kebersamaan dengan menghadirkan sejumlah tokoh, budayawan, serta penampil lintas generasi.
KH Ubaidullah Shodaqoh dikenal sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon Bugen, Semarang.
Berdasarkan susunan acara yang dipublikasikan panitia, sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dan tampil dalam kegiatan tersebut. Di antaranya KH Mustofa Bisri, Beno Siang Pamungkas, Timur Sinar Suprabana, Soleh Ibnu, Achiar M. Permana, Gunawan Budi Susanto, Slamet Priyatin, Any Faiqoh, serta Lukni Maulana.
Selain itu, panggung Mbah Ubaid Mantu juga akan dimeriahkan oleh penampilan Mere feat Gemby, Kaukab, Tridhatu feat Kusumo Aji, Luh Jiwa, Pesantren Bluesy, Gus N’ Roses, dan Mahranazih.
Kehadiran para penampil dari berbagai latar belakang seni tersebut diharapkan menghadirkan suasana hangat yang memadukan nilai kekeluargaan, budaya, dan tradisi pesantren.
Tasyakuran pernikahan ini tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas bersatunya Dawai Millati Fatimah dan Izzuddin Hafi dalam ikatan pernikahan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan bagi berbagai elemen masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, keluarga besar kedua mempelai berharap silaturahmi yang telah terjalin selama ini semakin erat serta membawa keberkahan bagi kedua mempelai dan seluruh tamu yang hadir.
Acara Mbah Ubaid Mantu terbuka bagi para sahabat, kolega, santri, alumni, dan masyarakat yang ingin turut mendoakan kedua mempelai. Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, kegiatan ini diharapkan menjadi momen berkesan yang memperkuat tradisi silaturahmi di lingkungan pesantren dan masyarakat luas. []



