Hizib Bismillah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjadi amalan yang dipercaya memiliki khasiat perlindungan, pembuka rezeki, dan penuh keutamaan.
ANNAIRI.OR.ID – Hizib Bismillah merupakan salah satu amalan yang sangat dikenal di kalangan pesantren, majelis zikir, dan para pengamal tarekat. Wirid ini dinisbatkan kepada Abdul Qadir al-Jilani atau Syekh Abdul Qadir al-Jailani, pendiri Tarekat Qadiriyah, yang mewariskan banyak doa dan hizib kepada umat Islam.
Dalam tradisi spiritual Islam, hizib bismillah diyakini sebagai amalan penuh keberkahan yang dibaca untuk memohon perlindungan, keselamatan, kemudahan rezeki, serta pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Inti dari hizib ini adalah bacaan Basmalah: بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (Bismillahirrahmanirrahim), yang berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
Kalimat ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi pembuka hampir seluruh surat dalam Al-Qur’an dan menjadi lafaz yang dianjurkan dibaca sebelum memulai setiap kebaikan.
Keutamaan Basmalah telah lama dijelaskan oleh para ulama. Dalam buku Dahsyatnya Bismillah karya Syaikh Dr. Muhammad Huwaidi menukil perkataan Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA bahwa seluruh kandungan kitab-kitab Allah terangkum dalam Al-Qur’an, seluruh isi Al-Qur’an terangkum dalam Surah Al-Fatihah, dan seluruh isi Al-Fatihah terangkum dalam Bismillahirrahmanirrahim.
Ungkapan ini menunjukkan betapa agungnya makna Basmalah dalam pandangan para ulama. Allah SWT juga menegaskan kemuliaan kalimat ini dalam firman-Nya:
إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Artinya: “Sesungguhnya surat itu dari Sulaiman dan sesungguhnya isinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang” (QS. An-Naml: 30).
Karena itu, Basmalah bukan sekadar kalimat pembuka, tetapi menjadi sumber keberkahan dan doa yang terus hidup dalam tradisi Islam.
Banyak ulama menyebut hizib bismillah memiliki khasiat luar biasa bagi kehidupan seorang Muslim. Salah satunya adalah sebagai perlindungan dari bahaya lahir maupun batin.
Dalam berbagai kitab hikmah disebutkan bahwa Basmalah menjadi tameng dari gangguan, keburukan, dan mara bahaya ketika dibaca dengan keyakinan dan keikhlasan.
Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca Bismillah dalam banyak aktivitas. Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan:
سِتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلَاءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللهِ
Artinya: “Penutup antara pandangan jin dan aurat anak Adam ketika masuk tempat buang hajat adalah membaca Bismillah.”
Hadis ini sering dijadikan dalil bahwa Basmalah memiliki dimensi perlindungan yang sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain perlindungan, hizib bismillah juga dikenal sebagai amalan pembuka rezeki dan pengabul hajat. Banyak kiai dan ulama mengijazahkan bacaan Basmalah dalam jumlah tertentu, seperti 41 kali, 100 kali, 313 kali, atau 786 kali, untuk dibaca setelah salat atau pada waktu-waktu tertentu sambil memanjatkan doa sesuai kebutuhan.
Tidak sedikit masyarakat yang mengamalkannya ketika menghadapi persoalan ekonomi, kesehatan, urusan keluarga, atau sedang memohon jalan keluar atas kesulitan hidup.
Basmalah dipercaya menjadi wasilah memohon pertolongan Allah karena setiap urusan yang dimulai dengan menyebut nama-Nya akan dipenuhi keberkahan. Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَأُ فِيهِ بِذِكْرِ اللَّهِ فَهُوَ أَبْتَرُ
Maknanya, “Setiap perkara penting yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka terputus keberkahannya.”
Dalam kehidupan pesantren di Indonesia, hizib bismillah diamalkan secara turun-temurun melalui sanad para guru kepada murid-muridnya.
Banyak jamaah mendapatkan ijazah langsung dari kiai sepuh untuk membaca Basmalah secara rutin setelah Subuh, setelah Magrib, menjelang tidur, atau saat memiliki hajat khusus.
Sebagian membacanya 21 kali sebelum tidur sebagai doa perlindungan malam hari, memohon keselamatan dari gangguan setan, keburukan, rasa takut, dan mara bahaya.
Sebagian lagi menjadikannya wirid harian untuk menjaga hati tetap tenang dan dekat kepada Allah SWT. Kesederhanaan bacaannya membuat amalan ini mudah diamalkan siapa saja, namun makna dan kandungannya sangat dalam.
Pada akhirnya, hizib bismillah bukan sekadar bacaan zikir biasa, tetapi bagian dari warisan spiritual Islam yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Ia menjadi pengingat bahwa setiap langkah hidup sebaiknya dimulai dengan menyebut nama Allah, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, dan berharap keberkahan hadir dalam setiap aktivitas.
Dengan melazimkan بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ, seorang Muslim berharap diberi perlindungan, dimudahkan urusannya, dilapangkan rezekinya, ditenangkan hatinya, serta dikabulkan hajat-hajat baiknya oleh Allah SWT.
Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqamah menghidupkan Basmalah dalam lisan, hati, dan kehidupan sehari-hari. Aamiin. []





