News

Setengah Tiang, Antologi Puisi Tiga Penyair: Hadirkan Suara Kemanusiaan dan Zaman

Redaksi
×

Setengah Tiang, Antologi Puisi Tiga Penyair: Hadirkan Suara Kemanusiaan dan Zaman

Sebarkan artikel ini
setengah tiang antologi puisi tiga penyair
Desan AI ChatGbp

Buku Setengah Tiang: Antologi Puisi Tiga Penyair karya Beno Siang Pamungkas, Slamet Priyatin, dan Lukni Maulana resmi terbit melalui Kasatmata Media Kita.

ANNAIRI.OR.ID – Dunia sastra Indonesia kembali mendapat tambahan karya baru dengan terbitnya buku Setengah Tiang: Antologi Puisi Tiga Penyair. Buku ini menghadirkan karya bersama dari tiga penyair yakni Beno Siang Pamungkas, Slamet Priyatin, dan Lukni Maulana, yang menyuarakan beragam refleksi tentang kehidupan, kemanusiaan, kehilangan, hingga dinamika sosial yang dekat dengan realitas masyarakat.

Diterbitkan oleh Kasatmata Media Kita Setengah Tiang menjadi ruang pertemuan tiga suara penyair yang masing-masing memiliki corak ungkap berbeda, namun berpijak pada kegelisahan yang serupa: membaca zaman melalui puisi.

Dalam buku ini, pembaca diajak memasuki lanskap batin yang kaya akan renungan. Puisi-puisi yang tersaji memotret pengalaman manusia dari sudut yang personal sekaligus sosial. Ada kesedihan, harapan, ingatan, kritik, serta upaya memaknai kehidupan yang dituangkan melalui bahasa puitik yang kuat dan reflektif.

Judul Setengah Tiang sendiri menghadirkan makna simbolik yang cukup dalam. Ia dapat dibaca sebagai metafora tentang duka, jeda, kehilangan, penghormatan, atau keadaan batin manusia yang sedang berada di antara luka dan harapan. Melalui simbol itu, ketiga penyair menghadirkan puisi sebagai ruang tafsir terbuka bagi pembaca.

Buku ini tidak hanya menyajikan karya sastra, tetapi juga menawarkan pengalaman membaca yang intim. Setiap puisi memberi ruang kontemplasi, mengajak pembaca berhenti sejenak di tengah rutinitas untuk menafsirkan ulang kehidupan dan peristiwa-peristiwa di sekitar.

Kehadiran Setengah Tiang menambah khazanah sastra puisi Indonesia kontemporer yang terus berkembang. Kolaborasi tiga penyair dalam satu antologi juga menjadi bentuk perayaan atas keberagaman suara dalam puisi Indonesia—bahwa setiap penyair membawa pengalaman, sudut pandang, dan bahasa masing-masing, namun dapat bertemu dalam satu semangat penciptaan yang sama.

Secara penerbitan, buku ini diterbitkan oleh Kasatmata Media Kita, penerbit yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjangkau pembaca sastra yang lebih luas, baik di kalangan penikmat puisi, komunitas literasi, akademisi, maupun generasi muda yang mulai mendekati sastra sebagai ruang ekspresi dan refleksi.

Terbitnya Setengah Tiang: Antologi Puisi Tiga Penyair sekaligus menjadi penanda bahwa puisi tetap memiliki tempat penting di tengah masyarakat. Di tengah perubahan sosial yang cepat, puisi hadir sebagai medium yang mampu merekam kegelisahan zaman sekaligus menjaga percakapan batin manusia tetap hidup.

Dengan hadirnya buku ini, Beno Siang Pamungkas, Slamet Priyatin, dan Lukni Maulana menawarkan kepada pembaca bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan perjalanan rasa dan pemikiran yang dapat dibaca berulang kali dengan tafsir yang selalu baru.

Setengah Tiang kini telah resmi terbit dan menjadi bagian dari perjalanan sastra Indonesia yang terus bergerak, tumbuh, dan menemukan pembacanya di berbagai ruang. []