Banner Iklan
Kolom

Prabowo Subianto Patut Waspada, MBG Melahirkan Generasi Pelajar Kritis

Lukni Maulana
×

Prabowo Subianto Patut Waspada, MBG Melahirkan Generasi Pelajar Kritis

Sebarkan artikel ini
Program MBG dinilai melahirkan generasi pelajar yang lebih kritis
Ilustrasi

Program MBG menyoroti munculnya generasi pelajar yang dinilai semakin kritis, berani berbicara, dan aktif mempertanyakan kebijakan publik.

MBG (Makan Bergizi Gratis) telah membuktikan diri sebagai program dengan hasil paling cepat di negeri ini dan konon memiliki tingkat keberhasilan di atas 90 persen.

Belum genap dua tahun, dampak MBG sudah terlihat jelas: anak-anak mulai cerdas, kritis, berani bicara, dan yang lebih mencemaskan lagi, mulai berani melawan ketidakadilan. Josepha Alexandra salah satunya.

Namun sosok yang paling sigap memanfaatkan momentum keberhasilan ini adalah Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Saat memberikan motivasi hingga tips public speaking kepada peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia tampak memahami bahwa masa depan politik tidak cukup dibangun dengan baliho, slogan, maupun buzzer. Inilah kecerdasan Gibran. Melalui MBG, ia mulai menunjukkan taringnya.

Ketika negara lain sibuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI), Gibran justru mengambil jalur yang lebih membumi: mengembangkan Kecerdasan Alami, sebab MBG dipercaya mampu meningkatkan kecerdasan dan menambah tinggi badan.

Gibran tampaknya sadar betul membaca kepentingan masa depan. Ia paham bahwa dalam pemilihan umum, jumlah pemilih terbesar akan datang dari kalangan Gen Z dan milenial.

Karena itu, para pelajar tidak dibekali nasihat agar menjadi orang sukses, melainkan keterampilan yang jauh lebih strategis: cara berbicara di depan publik, menyampaikan gagasan, dan memengaruhi audiens.
Singkatnya, ia sedang menyiapkan juru bicara dan juru kampanye sejak usia sekolah.

Hari ini para pelajar baru mendebat juri lomba. Besok mereka bisa mendebat moderator. Lusa mereka mungkin cukup percaya diri untuk menanyakan isi kebijakan kepada pejabat secara langsung, lengkap dengan logika dan data pendukung.

Jika perkembangan ini dibiarkan, ruang-ruang publik bisa dipenuhi anak muda yang sulit dibungkam.
Bayangkan jika satu angkatan penuh lulusan MBG.

Mereka bisa membaca anggaran, membandingkan janji dengan realisasi, membedakan kebijakan dengan konten promosi, bahkan memahami bahwa tepuk tangan tidak selalu sama dengan dukungan.

Karena itu Prabowo Subianto patut waspada. Ancaman terbesar bagi kekuasaan bukan oposisi yang berteriak di jalan, melainkan generasi yang tenang, cerdas, sopan, lalu bertanya dengan tepat sasaran.

Hari ini baru juri LCC. Ke depan, jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Presiden sendiri yang mendapat gilirannya.

Hidup MBG (Maju Bersama Gibran). []