Kisah

Kisah Umar bin Khattab dan Burung Pipit: Kasih Sayang Kecil yang Berbuah Rahmat Allah

Redaksi
×

Kisah Umar bin Khattab dan Burung Pipit: Kasih Sayang Kecil yang Berbuah Rahmat Allah

Sebarkan artikel ini
Umar dan burung pipit
Ilustrasi Ai Chatgbt

Seekor burung pipit pernah menjadi sebab datangnya rahmat Allah bagi Umar bin Khattab, sebuah pelajaran bahwa kebaikan sekecil apa pun tidak pernah sia-sia.

ANNAIRI.OR.ID – Kasih sayang tidak selalu diwujudkan melalui perbuatan besar. Terkadang, sebuah tindakan sederhana yang lahir dari hati yang lembut justru memiliki nilai yang sangat agung di sisi Allah SWT. Islam mengajarkan agar setiap muslim berbuat baik kepada seluruh makhluk, baik manusia maupun hewan. Bahkan, kasih sayang kepada seekor burung kecil pun dapat menjadi sebab datangnya rahmat Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَٰنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ

“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Pengasih. Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya Dzat yang di langit akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Hadis tersebut tergambar dalam sebuah kisah yang dinukil oleh para ulama tentang Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Suatu hari, Umar berjalan melewati jalanan kota. Di tengah perjalanan, ia melihat seorang anak kecil sedang memegang seekor burung pipit sambil mempermainkannya. Burung kecil itu tampak tidak berdaya dan kehilangan kebebasannya.

Hati Umar pun tersentuh. Ia menghampiri anak tersebut dan membeli burung pipit itu. Setelah burung itu menjadi miliknya, Umar tidak membawanya pulang atau memeliharanya. Ia justru segera melepaskannya agar kembali terbang bebas di alam.

Peristiwa itu tampak sederhana. Tidak ada yang menganggapnya sebagai amal besar. Namun di sisi Allah, tidak ada satu pun kebaikan yang luput dari balasan.

Beberapa waktu setelah Umar wafat, diriwayatkan bahwa sejumlah ulama bermimpi bertemu dengannya. Mereka bertanya, “Bagaimana keadaanmu di sisi Allah?”

Umar menjawab bahwa Allah telah mengampuni dan merahmatinya.

Mereka kembali bertanya, “Apakah karena keadilanmu sebagai khalifah, karena kezuhudanmu, atau karena kedermawananmu?”

Umar menjawab bahwa ketika ia berada di alam kubur dan dua malaikat datang untuk menanyainya, terdengar seruan dari Allah SWT agar kedua malaikat meninggalkannya. Allah mengabarkan bahwa Dia telah mengasihi dan mengampuni hamba-Nya karena dahulu ia pernah mengasihi seekor burung kecil saat hidup di dunia.

Kisah ini dikenal sebagai hikayat yang dinukil dalam sebagian kitab-kitab targhib untuk memotivasi umat agar memperbanyak amal kebaikan.

Pesan yang dikandungnya selaras dengan ajaran Rasulullah ﷺ bahwa kasih sayang kepada seluruh makhluk adalah salah satu jalan meraih kasih sayang Allah.

Jangan pernah menganggap remeh kebaikan sekecil apa pun. Sebab, bisa jadi satu tindakan sederhana yang dilakukan dengan penuh keikhlasan menjadi sebab datangnya ampunan dan rahmat Allah SWT di akhirat kelak. []

Sumber: Kitab Al-Mawaidzul Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar