Sholawat Nuril Anwar merupakan salah satu sholawat populer yang dinisbatkan kepada Sayyid Ahmad Al-Badawi dan banyak diamalkan sebagai zikir serta doa.
ANNAIRI.OR.ID – Sholawat Nuril Anwar merupakan salah satu bacaan sholawat yang dinisbatkan kepada Ahmad al-Badawi atau Sayyid Ahmad Al-Badawi.
Beliau adalah seorang ulama sufi besar yang lahir pada tahun 596 H di Fez, wilayah yang kini termasuk negara Morocco. Sayyid Ahmad Al-Badawi hidup pada abad ke-13 M pada masa Dinasti Muwahhidun dan dikenal sebagai pendiri Tarekat Badawiyah yang berkembang luas di dunia Islam.
Secara bahasa, sholawat berasal dari kata shalah yang berarti doa. Dalam ajaran Islam, sholawat merupakan bentuk pujian, penghormatan, dan doa kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan Allah SWT secara langsung memerintahkan umat Islam untuk bersholawat kepada Rasulullah SAW sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 56:
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).
Sholawat Nuril Anwar termasuk salah satu sholawat yang populer diamalkan sebagai wirid, zikir, dan doa. Seiring perkembangan zaman, sholawat ini juga banyak dilantunkan dalam bentuk lagu religi dan majelis-majelis sholawat sehingga semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Berikut lirik Sholawat Nuril Anwar lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلاَنْوَارِ وَسِرِّ اْلاَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِ نِالْمُخْتَارِ وَالِهِ اْلاَطْهَرِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللّهِ وَاِفضَالِهِ
Sholawat Nuril Anwar Latin
Allahumma Shalli ‘Alaa Nuuril Anwaari Wasirril Asraari, Watiryaaqil Aghyaari Wamiftaahi Baabil Yasaari, Sayyidinaa Wamaulaanaa Muhammadinil Mukhtaari Wa Aalihil Athhaari Wa Ashhaabihil Akhyaari ‘Adada Ni’amillaahi Wa Ifdhaalih.
Artinya
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahasia dari segala rahasia, penawar kesedihan dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yaitu junjungan kami Nabi Muhammad SAW yang terpilih, kepada keluarganya yang suci, dan para sahabatnya yang mulia sebanyak bilangan nikmat dan karunia-Mu.”
Sholawat Nuril Anwar juga tercantum dalam sejumlah kitab kumpulan sholawat dan wirid yang beredar di kalangan pesantren, salah satunya dalam kitab Afdhalus Shalawat ‘ala Sayyidis Sadat karya Yusuf bin Ismail An-Nabhani.
Dalam kitab tersebut, Sholawat Nuril Anwar disebut sebagai salah satu bentuk pujian kepada Rasulullah SAW yang berisi pengagungan terhadap kedudukan beliau sebagai cahaya petunjuk, pembuka jalan kemudahan, serta wasilah turunnya rahmat dan keberkahan bagi umat.
Keutamaan Sholawat Nuril Anwar
Sebagaimana kandungan redaksi sholawat di atas, terdapat sejumlah keutamaan yang dapat dipetik dari amalan Sholawat Nuril Anwar.
Pertama, sebagai wasilah memohon ketenangan hati serta penawar kesedihan dan kebingungan.
Kedua, sebagai doa agar Allah SWT membuka pintu kemudahan dan kelapangan dalam berbagai urusan kehidupan.
Ketiga, sebagai sarana memohon limpahan nikmat, karunia, keberkahan, dan kemanfaatan dari Allah SWT.
Selain itu, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW juga memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ashim dan Imam Ath-Thabrani dari Abu Kahil:
ال لي رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يا أبا كاهلٍ من صلَّى عليَّ كلَّ يومٍ ثلاثَ مرَّاتٍ وكلَّ ليلةٍ ثلاثَ مرَّاتٍ حبًّا وشوقًا إليَّ كان حقًّا على اللهِ أن يغفرَ له ذنوبَه تلك اللَّيلةَ وذلك اليومَ
Artinya: “Rasulullah SAW bersabda kepadaku, ‘Wahai Abu Kahil, siapa yang bershalawat untukku setiap hari tiga kali dan setiap malam tiga kali karena cinta dan rindu kepadaku, maka Allah berhak mengampuni dosa-dosanya pada malam dan hari itu.’” (HR. Ath-Thabrani). []





