Ketika hati menyesal, doa memohon ampun menjadi jalan kembali kepada rahmat Allah SWT.
ANNAIRI.OR.ID – Doa memohon ampun merupakan salah satu amalan paling penting dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa, sehingga Islam mengajarkan untuk selalu kembali kepada Allah SWT melalui doa istighfar dan doa taubat.
Kesadaran untuk segera memohon ampunan Allah adalah tanda keimanan sekaligus bukti bahwa hati masih hidup dan terhubung dengan petunjuk Allah.
Sebagai Muslim, kita semua melakukan dosa dan terkadang mungkin menyimpang dari jalan yang benar, tetapi penting untuk menyadari ketika kita telah berdosa dan berusaha dengan tulus memohon ampunan kepada Allah SWT.
Inilah yang disebut sebagai doa memohon ampun kepada Allah, yaitu permohonan seorang hamba agar dihapuskan dosanya dan diberikan rahmat.
Dalam Islam, kemampuan untuk menyadari kesalahan merupakan nikmat besar yang mendorong seseorang untuk segera bertaubat dan memperbaiki diri.
Dalam ajaran Islam, istighfar adalah bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT. Amalan ini tidak hanya dilakukan ketika seseorang merasa berdosa besar, tetapi juga dianjurkan untuk dibaca setiap hari sebagai bentuk kerendahan hati.
Bahkan Rasulullah ﷺ memberikan teladan dengan memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:
وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR. Bukhari no. 6307).
Hadis ini menunjukkan bahwa doa memohon ampun dosa dalam Islam adalah amalan yang sangat ditekankan, bahkan oleh Rasulullah ﷺ sendiri, yang telah dijamin diampuni dosanya.
Adapun tentang taubat, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, karena aku sendiri bertaubat kepada-Nya seratus kali setiap hari.” (HR. Muslim no. 2702)
Dari dua hadis shahih ini, jelas bahwa bacaan istighfar harian dan doa taubat kepada Allah SWT merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Tidak ada batasan waktu untuk memohon ampun, karena Allah selalu membuka pintu taubat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
Doa Memohon Ampun Teks Arab, Latin dan Artinya
Adapun doa memohon ampun dalam Al-Qur’an yang sangat terkenal, yaitu doa Nabi Adam AS. Doa ini menjadi dasar bagi umat manusia dalam menyadari kesalahan, menyesali dosa, dan berharap kepada rahmat Allah SWT.
Inilah bacaan doa memohon ampun teks arab, latin dan artinya dalam surah Al-A’raf ayat 23:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin.
Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” ((QS. Al-A’raf 7:23)
Doa ini termasuk dalam kategori doa taubat dan permohonan ampunan dosa, karena mengandung pengakuan kesalahan, penyesalan, serta harapan besar terhadap ampunan dan rahmat Allah SWT.
Membaca doa memohon ampun dosa ini dapat membantu seorang Muslim lebih dekat kepada Allah dan menjauhi perbuatan maksiat.
Secara keseluruhan, doa memohon ampun dalam Islam bukan hanya sekadar bacaan, tetapi merupakan bentuk kesadaran spiritual yang mendalam.
Dengan memperbanyak istighfar dan doa taubat, seorang Muslim akan lebih mudah menjaga hati, memperbaiki akhlak, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Islam menegaskan bahwa selama manusia mau kembali dengan sungguh-sungguh, pintu ampunan Allah selalu terbuka tanpa batas.
Makna Doa Memohon Ampun Nabi Adam dalam Tafsir Al-Qur’an
Dikutip dari Tafsir Al-Misbah (Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an) karya M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa Nabi Adam AS dan pasangannya mengucapkan doa dengan penuh kerendahan hati kepada Allah SWT.
Keduanya berkata, “Tuhan kami”, tanpa menggunakan kata “wahai”, yang menurut penafsiran menunjukkan kedekatan dan rasa tunduk mereka kepada Allah.
Keduanya kemudian mengakui kesalahan dengan penuh penyesalan:
“kami telah menganiaya diri kami sendiri akibat melanggar larangan-Mu. Kami menyesal dan memohon ampun. Jika Engkau tidak menganugerahi kami pertaubatan, tentulah kami akan terus-menerus berada dalam kegelapan maksiat. Dan jika Engkau tidak mengampuni kami yakni menghapus apa yang telah kami lakukan serta memberi rahmat kepada kami dengan mengembalikan kami ke surga niscaya demi keagungan-Mu, pastilah kami termasuk kelompok orang-orang yang rugi.”
Penutup ayat tersebut, yaitu “lanakūnanna mina al-khāsirīn”, menunjukkan betapa dalamnya kesadaran dan penyesalan Nabi Adam AS dan Hawa.
Dalam tafsir ini dijelaskan bahwa doa tersebut mengandung tiga bentuk penegasan (penguatan makna). Pertama, penggunaan huruf lam yang menunjukkan sumpah (diterjemahkan sebagai “demi”).
Kedua, tambahan huruf nūn pada kata lanakūnanna yang menunjukkan penegasan kuat (diterjemahkan sebagai “pastilah”).
Ketiga, frasa mina al-khāsirīn yang menegaskan bahwa mereka benar-benar termasuk golongan orang-orang yang rugi.
Sementara itu, dikutip dari Tafsir Ath-Thabari, disebutkan: “Abu Ja’far berkata: Ini merupakan berita dari Allah SWT tentang jawaban Adam dan Hawa, pengakuan mereka atas dosa diri mereka serta permohonan ampunan dan rahmat kepada-Nya.”
Lebih lanjut, Hasan bin Yahya menceritakan bahwa Abdurrazzaq mengabarkan dari Ma’mar, dari Qatadah, bahwa Nabi Adam AS berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana jika aku bertobat dan memohon ampun kepada-Mu?” Allah menjawab, “Kalau begitu Aku akan memasukkanmu ke dalam surga.”
Sedangkan Iblis tidak pernah meminta tobat kepada Allah, justru ia meminta penangguhan waktu. Dari sini terlihat perbedaan yang sangat jelas antara keduanya: Nabi Adam AS memilih taubat dan kembali kepada Allah, sedangkan Iblis memilih kesombongan dan penundaan. Masing-masing pun mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang mereka pilih. []












