Informasi

Dari Jejak Santri, Mendukung Tambakberas Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Lukni Maulana
×

Dari Jejak Santri, Mendukung Tambakberas Menjadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35

Sebarkan artikel ini
tambakberas siap jadi tuan rumah Muktamar NU ke-35

SEBAGAI alumni yang pernah menjadi penghuni di “Pondok Horor” Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, saya menyatakan dukungan penuh agar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menjadi tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Dukungan ini lahir dari pengalaman pribadi selama menimba ilmu di lingkungan pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan NU, tradisi keilmuan yang kokoh, serta melahirkan banyak ulama dan tokoh bangsa.

Ikhtiar berdirinya Nahdlatul Ulama tidak dapat dilepaskan dari gagasan KH Abdul Wahab Chasbullah yang kemudian memperoleh restu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari hingga lahirlah jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Semangat para muassis (pendiri) inilah yang hingga kini terus hidup dan diwariskan oleh pesantren-pesantren besar, termasuk Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Saya pernah mondok di Ribath Al-Hikmah di bawah asuhan KH M. Sulthon Abdul Hadi, yang pernah menjabat sebagai Ketua Syuriah PCNU Jombang.

Dititipkan kepada beliau karena adanya hubungan sanad keilmuan dengan ayah saya. Ayah saya merupakan alumni Mathali’ul Falah Kajen, Pati, pernah menjadi Lurah Pondok Pesantren Kulon Banon di bawah asuhan KH Tohir Nawawi, salah seorang murid Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

Di Mathali’ul Falah, ayah saya merupakan kakak kelas KH M. Sulthon Abdul Hadi sekaligus adik kelas almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh, yang kemudian mengemban amanah sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

KH M. Sulthon Abdul Hadi dan KH MA Sahal Mahfudh juga sama-sama menjadi menantu KH Abdul Fattah Hasyim, salah satu pengasuh sekaligus tokoh sentral Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Jalinan sanad keilmuan, hubungan antarguru, dan kedekatan dengan para masyayikh inilah yang semakin menguatkan ikatan emosional saya dengan Tambakberas.

Bagi saya, Tambakberas bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, adab, dan penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Dari pesantren ini saya belajar bahwa ilmu, akhlak, dan pengabdian kepada umat harus berjalan beriringan. Nilai-nilai tersebut menjadi alasan kuat mengapa saya memiliki keyakinan bahwa Tambakberas mampu mengemban amanah besar sebagai tuan rumah Muktamar NU.

Sejarah panjang sebagai salah satu pusat pendidikan Islam, basis kaderisasi ulama, dan bagian penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama menjadi modal besar bagi Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Dengan tradisi keilmuan yang kokoh, jejaring kiai yang luas, serta kesiapan sumber daya dan fasilitas, saya meyakini Tambakberas sangat layak menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya merawat tradisi para muassis, memperkuat persatuan jam’iyah, serta menghadirkan Muktamar yang khidmat, bermartabat, dan membawa maslahat bagi Nahdlatul Ulama, umat, dan bangsa.

Bismillah, saya mendukung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi Tuan Rumah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. []

Lukni Maulana
[Ketua Lesbumi PWNU Jateng periode 2018–2023]