Benarkah jin menjadi penghuni bumi sebelum Nabi Adam?
ANNAIRI.OR.ID – Makhluk pertama di bumi menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering dicari umat Islam ketika membahas kisah penciptaan alam semesta dan manusia.
Banyak yang bertanya, apakah Nabi Adam adalah makhluk pertama yang menghuni bumi, atau justru ada makhluk lain sebelum beliau diciptakan?
Pertanyaan ini muncul karena Al-Qur’an mengisahkan dialog antara Allah SWT dan para malaikat ketika Allah hendak menciptakan Nabi Adam sebagai khalifah di bumi.
Dalam berbagai kitab tafsir, para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an tidak secara tegas menyebut siapa makhluk pertama di bumi.
Namun, terdapat sejumlah penjelasan dari para sahabat Nabi, tabi’in, dan mufasir yang mengisyaratkan bahwa bangsa jin telah menghuni bumi sebelum Nabi Adam AS diciptakan.
Meski demikian, penjelasan tersebut bukanlah akidah yang wajib diyakini, melainkan bagian dari penafsiran terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.
Lantas, benarkah jin merupakan penghuni bumi sebelum manusia? Bagaimana penjelasan Al-Qur’an, hadis, dan para ulama tafsir mengenai hal tersebut? Berikut ulasannya.
Makhluk Pertama di Bumi dalam Al-Qur’an
Pembahasan mengenai makhluk pertama di bumi umumnya merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 30.
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.’ Mereka berkata, ‘Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih memuji-Mu dan menyucikan-Mu?’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.'” (QS. Al-Baqarah: 30)
Ayat ini memunculkan pertanyaan besar. Mengapa malaikat menyebut manusia akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal saat itu Nabi Adam belum diciptakan?
Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim, terdapat beberapa pendapat ulama. Salah satunya berasal dari Abdullah bin Abbas RA yang menyebut bahwa sebelum manusia diciptakan, bumi telah dihuni bangsa jin.
Mereka kemudian saling bermusuhan, membuat kerusakan, dan menumpahkan darah sehingga Allah mengutus pasukan malaikat untuk menertibkan mereka.
Riwayat tersebut menjadi salah satu penjelasan mengapa malaikat mengetahui kemungkinan manusia juga akan melakukan kerusakan di bumi.
Namun, Ibnu Katsir juga menegaskan bahwa riwayat-riwayat seperti ini merupakan penafsiran para sahabat dan tabi’in, bukan penjelasan eksplisit dari Al-Qur’an.
Imam Ath-Thabari dalam Jami’ al-Bayan juga mengutip sejumlah riwayat serupa. Menurut beliau, malaikat mengetahui tabiat makhluk yang memiliki kehendak bebas sehingga muncul pertanyaan tersebut kepada Allah SWT.
Akan tetapi, Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui hikmah penciptaan manusia yang tidak diketahui oleh para malaikat.
Dengan demikian, Al-Qur’an tidak menyatakan secara langsung bahwa jin adalah makhluk pertama di bumi, tetapi sejumlah ulama memahami bahwa bangsa jin telah lebih dahulu menghuni bumi berdasarkan penafsiran terhadap ayat tersebut.
Selain itu, Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kata “khalifah” menurut sebagian ulama berarti generasi yang silih berganti memakmurkan bumi.
Sebagian mufasir juga memahami bahwa manusia menggantikan makhluk sebelumnya dalam mengelola bumi, meski penafsiran ini tidak disepakati secara mutlak.
Benarkah Jin Menghuni Bumi Sebelum Nabi Adam?
Pendapat bahwa jin telah menghuni bumi sebelum Nabi Adam diperkuat oleh ayat lain yang menjelaskan bahwa jin memang diciptakan sebelum manusia.
Allah SWT berfirman:
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ
“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (QS. Al-Hijr: 27)
Ayat ini menunjukkan bahwa penciptaan jin memang mendahului penciptaan Nabi Adam. Namun, ayat tersebut tidak menyebut secara spesifik bahwa jin adalah penghuni pertama bumi ataupun satu-satunya makhluk yang tinggal di bumi sebelum manusia.
Dalil lain terdapat dalam Surah Ar-Rahman ayat 15.
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 15)
Dua ayat tersebut menjadi dasar utama para ulama bahwa jin telah diciptakan lebih dahulu daripada manusia.
Dalam Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim, Ibnu Katsir mengutip riwayat dari Ibnu Abbas RA, Mujahid, dan Abdullah bin Amr yang menyebut bahwa bangsa jin pernah mendiami bumi, kemudian terjadi peperangan dan kerusakan di antara mereka.
Namun penting dipahami, riwayat-riwayat tersebut bukan hadis sahih dari Rasulullah SAW. Para ulama memasukkannya sebagai atsar sahabat dan tafsir yang boleh dikaji, tetapi tidak boleh dipastikan sebagai fakta mutlak.
Karena itulah para ulama Ahlus Sunnah berhati-hati. Mereka hanya memastikan apa yang secara jelas disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis sahih, sedangkan rincian mengenai kehidupan jin sebelum Nabi Adam termasuk perkara gaib yang ilmunya berada di sisi Allah SWT.
Hal ini sekaligus meluruskan berbagai kisah populer yang beredar mengenai Banul Jan, Banul Ban, Azazil memimpin peperangan, atau kisah-kisah lain yang tidak memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih. Cerita tersebut banyak berasal dari riwayat Israiliyat atau kisah-kisah yang sanadnya lemah.
Rasulullah SAW sendiri mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam menerima berita yang tidak jelas sumbernya, terutama dalam perkara gaib.
Hadis tentang Penciptaan Nabi Adam dan Kedudukan Manusia sebagai Khalifah
Selain Al-Qur’an, penjelasan mengenai makhluk pertama di bumi juga dapat dipahami melalui sejumlah hadis sahih yang menerangkan proses penciptaan Nabi Adam AS.
Meski demikian, hadis-hadis tersebut tidak menjelaskan secara rinci siapa penghuni bumi sebelum Adam, tetapi menegaskan bahwa manusia memiliki kedudukan istimewa sebagai khalifah yang diberi ilmu dan amanah oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَرْضِ، فَجَاءَ بَنُو آدَمَ عَلَى قَدْرِ الْأَرْضِ، جَاءَ مِنْهُمُ الْأَحْمَرُ وَالْأَبْيَضُ وَالْأَسْوَدُ، وَبَيْنَ ذَلِكَ، وَالسَّهْلُ وَالْحَزْنُ، وَالْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ
“Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bagian bumi. Maka keturunan Adam pun sesuai dengan karakter tanah itu; ada yang berkulit merah, putih, hitam, dan di antara itu. Ada yang berwatak lembut, keras, buruk, maupun baik.” (HR. Abu Dawud No. 4693, At-Tirmidzi No. 2955. Dinilai hasan sahih oleh At-Tirmidzi.)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa manusia diciptakan dari unsur tanah yang beragam sehingga karakter dan sifat manusia pun berbeda-beda. Hal ini menjadi salah satu hikmah mengapa Allah menciptakan manusia dengan keunikan masing-masing.
Hadis lain menjelaskan proses penciptaan Adam.
إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ آدَمَ عَلَى صُورَتِهِ طُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا
“Allah menciptakan Adam dengan bentuknya, dan tingginya enam puluh hasta.” (HR. Al-Bukhari No. 3326 dan Muslim No. 2841).
Hadis ini menjelaskan penciptaan Nabi Adam secara langsung oleh Allah SWT sebagai manusia pertama. Namun, sekali lagi, Rasulullah SAW tidak menerangkan secara rinci kehidupan makhluk sebelum Adam sehingga umat Islam tidak boleh memastikan kisah-kisah yang tidak memiliki dalil kuat.
Pendapat Ulama tentang Makhluk Sebelum Nabi Adam
Para mufasir klasik memberikan sejumlah penjelasan mengenai siapa yang menghuni bumi sebelum Nabi Adam. Pendapat tersebut lahir dari penafsiran terhadap Surah Al-Baqarah ayat 30 serta beberapa atsar dari sahabat.
1. Tafsir Ibnu Katsir
Imam Ibnu Katsir menjelaskan adanya riwayat dari Abdullah bin Abbas, Mujahid, dan Abdullah bin Amr yang menyebut bangsa jin telah menghuni bumi sebelum manusia. Mereka kemudian melakukan kerusakan dan pertumpahan darah sehingga Allah mengutus malaikat untuk menertibkan mereka.
Namun, Ibnu Katsir tidak menyatakan bahwa riwayat tersebut merupakan hadis sahih dari Rasulullah SAW. Beliau hanya menyebutnya sebagai salah satu pendapat yang dinukil dari para sahabat dan tabi’in.
Referensi: Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim, tafsir QS. Al-Baqarah ayat 30.
2. Tafsir Ath-Thabari
Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa pertanyaan malaikat kepada Allah dapat dipahami sebagai pengetahuan yang Allah berikan kepada mereka mengenai tabiat makhluk yang memiliki kehendak bebas.
Sebagian riwayat yang beliau kutip juga menyebut bangsa jin pernah mendiami bumi sebelum manusia. Akan tetapi, Ath-Thabari tidak memastikan seluruh riwayat tersebut sebagai fakta yang pasti terjadi.
Referensi: Jami’ al-Bayan fi Ta’wil Ay al-Qur’an, tafsir QS. Al-Baqarah ayat 30.
3. Tafsir Al-Qurthubi
Imam Al-Qurthubi menyebut beberapa pendapat serupa mengenai keberadaan jin sebelum Nabi Adam. Namun, beliau lebih menekankan hikmah penciptaan manusia sebagai khalifah yang bertugas memakmurkan bumi dengan menaati perintah Allah.
Referensi: Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, tafsir QS. Al-Baqarah ayat 30.
Dari ketiga kitab tafsir tersebut dapat dipahami bahwa pendapat mengenai jin sebagai penghuni bumi sebelum manusia memang dikenal dalam literatur tafsir Islam. Namun, rincian kisahnya bukan bagian dari ajaran pokok agama yang wajib diyakini.
Hikmah Mengetahui Makhluk Pertama di Bumi Menurut Islam
Membahas makhluk pertama di bumi bukan sekadar memenuhi rasa ingin tahu tentang sejarah penciptaan. Ada sejumlah pelajaran penting yang dapat dipetik oleh setiap Muslim.
Pertama, manusia diciptakan bukan tanpa tujuan. Allah SWT menetapkan Nabi Adam sebagai khalifah di bumi untuk memakmurkan alam, menegakkan keadilan, dan beribadah kepada-Nya. Kedudukan ini merupakan amanah besar yang harus dijaga oleh seluruh keturunannya.
Kedua, dialog antara Allah dan malaikat dalam Surah Al-Baqarah ayat 30 mengajarkan bahwa ilmu Allah meliputi segala sesuatu. Malaikat hanya mengetahui apa yang Allah ajarkan kepada mereka, sedangkan Allah mengetahui hikmah yang tidak diketahui makhluk-Nya.
Ketiga, kisah ini mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam menerima informasi tentang perkara gaib. Tidak semua cerita yang populer di media sosial atau internet memiliki dasar dari Al-Qur’an dan hadis sahih. Sikap terbaik adalah merujuk kepada kitab tafsir yang diakui para ulama.
Allah SWT berfirman:
وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra’: 85)
Ayat ini mengajarkan kerendahan hati bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam memahami perkara gaib.
FAQ Seputar Makhluk Pertama di Bumi
Apakah Nabi Adam adalah manusia pertama?
Ya. Berdasarkan Al-Qur’an dan hadis sahih, Nabi Adam AS merupakan manusia pertama yang diciptakan Allah SWT sekaligus bapak seluruh umat manusia.
Apakah jin diciptakan sebelum manusia?
Ya. Al-Qur’an dalam QS. Al-Hijr ayat 27 dan QS. Ar-Rahman ayat 15 menjelaskan bahwa jin diciptakan lebih dahulu daripada Nabi Adam.
Apakah jin merupakan makhluk pertama di bumi?
Al-Qur’an tidak menyebutkannya secara eksplisit. Sebagian ulama tafsir berpendapat bahwa jin telah menghuni bumi sebelum manusia berdasarkan sejumlah atsar sahabat. Namun, pendapat tersebut bukan kepastian mutlak.
Benarkah Banul Jan, Banul Ban, dan Izajil ada sebelum Nabi Adam?
Tidak ada dalil sahih dari Al-Qur’an maupun hadis yang menyebut nama-nama tersebut. Kisah tersebut lebih banyak ditemukan dalam riwayat yang diperselisihkan atau cerita Israiliyat sehingga tidak dapat dijadikan dasar akidah.
Kesimpulan
Pertanyaan mengenai makhluk pertama di bumi memang menarik untuk dikaji. Berdasarkan Al-Qur’an, dapat dipastikan bahwa Nabi Adam AS adalah manusia pertama sekaligus khalifah pertama dari kalangan manusia. Sementara itu, Al-Qur’an juga menegaskan bahwa jin diciptakan lebih dahulu daripada Adam.
Adapun pendapat bahwa jin pernah menghuni bumi sebelum manusia merupakan salah satu penafsiran yang dinukil oleh ulama seperti Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan Al-Qurthubi dari sejumlah atsar sahabat dan tabi’in.
Pendapat tersebut boleh dipelajari sebagai khazanah tafsir Islam, tetapi tidak boleh dipastikan sebagai kebenaran mutlak karena tidak ditegaskan secara eksplisit dalam Al-Qur’an maupun hadis sahih.
Pada akhirnya, pelajaran terpenting dari pembahasan ini bukanlah menentukan siapa penghuni pertama bumi, melainkan memahami bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah dengan amanah besar untuk beribadah kepada Allah SWT, menjaga bumi, serta menegakkan nilai-nilai kebaikan. Itulah pesan utama yang ditegaskan Al-Qur’an dan tetap relevan bagi setiap Muslim hingga hari ini. []













