Saat ayam berkokok, mintalah karunia Allah sebagaimana diajarkan Rasulullah.
ANNAIRI.OR.ID – Doa ketika ayam berkokok merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah ﷺ berdasarkan hadis sahih. Ketika seorang muslim mendengar ayam jantan berkokok, Nabi ﷺ memerintahkan agar memohon karunia Allah SWT karena ayam melihat malaikat.
Oleh sebab itu, doa ketika ayam berkokok menjadi salah satu amalan sunnah yang baik diamalkan, terutama saat kokokan terdengar menjelang Subuh atau pada malam hari.
Banyak umat Islam mencari bacaan doa ketika ayam berkokok lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, dalil hadis, dan penjelasan ulama.
Hal ini karena Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kokokan ayam bukan sekadar suara hewan, melainkan tanda hadirnya malaikat sehingga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Dalam kitab-kitab hadis dijelaskan pula bahwa Rasulullah ﷺ tidak melarang suara ayam. Bahkan beliau melarang mencela ayam jantan karena ayam membangunkan manusia untuk melaksanakan shalat, khususnya shalat Subuh.
Hal ini menunjukkan bahwa ayam termasuk makhluk Allah yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia, baik secara lahir maupun sebagai pengingat ibadah.
Hadis pertama yang menjelaskan hal tersebut diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud.
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
لَا تَسُبُّوا الدِّيكَ فَإِنَّهُ يُوقِظُ لِلصَّلَاةِ
“Janganlah kalian mencela ayam jantan, karena sesungguhnya ia membangunkan untuk shalat.” (HR. Abu Dawud No. 5101, dinilai sahih).
Hadis ini memberikan pelajaran bahwa seekor ayam ternyata memiliki manfaat yang diakui langsung oleh Rasulullah ﷺ.
Sejak dahulu sebelum adanya jam alarm modern, suara ayam menjadi pengingat alami bagi manusia untuk bangun sebelum fajar. Bahkan hingga saat ini, di berbagai daerah pedesaan, kokokan ayam masih menjadi penanda datangnya waktu Subuh.
Tidak hanya itu, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha juga menjelaskan kebiasaan Rasulullah ﷺ ketika mendengar ayam berkokok.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ إِذَا سَمِعَ الصَّارِخَ قَامَ فَصَلَّى
“Ketika beliau mendengar kokokan ayam, maka beliau bangun lalu melaksanakan shalat.” (HR. Muslim No. 741).
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ menjadikan kokokan ayam sebagai salah satu tanda waktu untuk bangun melaksanakan ibadah malam atau shalat Subuh.
Ini merupakan teladan agar seorang muslim memanfaatkan waktu-waktu yang penuh keberkahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Hadis paling masyhur mengenai keutamaan kokokan ayam diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا
“Apabila kalian mendengar kokokan ayam, maka mintalah kepada Allah karunia-Nya, karena sesungguhnya ayam melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai maka berlindunglah kepada Allah dari godaan setan karena ia melihat setan.” (HR. al-Bukhari No. 3303 dan Muslim No. 2729).
Dalam riwayat Imam Ahmad terdapat tambahan penjelasan bahwa kokokan ayam pada malam hari menjadi pertanda ayam melihat malaikat.
إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ مِنَ اللَّيْلِ، فَإِنَّمَا رَأَتْ مَلَكًا، فَسَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ
“Apabila kalian mendengar ayam berkokok pada malam hari, sesungguhnya ia melihat malaikat. Maka mintalah kepada Allah karunia-Nya.” (HR. Ahmad No. 8064).
Para ulama menjelaskan bahwa anjuran berdoa ketika ayam berkokok bukan karena ayam memiliki kekuatan gaib, melainkan karena saat itu terdapat malaikat yang membawa rahmat Allah SWT.
Kehadiran malaikat menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak doa dan harapan kepada Allah.
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menukil penjelasan Imam Iyadh sebagai berikut:
قال عياض كان السبب فيه رجاء تأمين الملائكة على دعائه واستغفارهم له وشهادتهم له بالإخلاص
“Imam Iyadh berkata, hikmah dianjurkannya berdoa ketika ayam berkokok adalah mengharapkan para malaikat mengaminkan doa tersebut, memohonkan ampun untuk orang yang berdoa, serta menjadi saksi atas keikhlasannya.” (Fathul Bari, 6/353).
Penjelasan ulama ini memberikan pemahaman yang sangat indah. Seorang muslim memanfaatkan waktu tersebut karena berharap doa yang dipanjatkan memperoleh keberkahan dengan adanya malaikat yang hadir atas izin Allah SWT.
Di tengah masyarakat juga dikenal doa yang dianjurkan ketika mendengar ayam berkokok sebagaimana disebutkan oleh Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Lā ilāha illallāh. Allāhumma innī as’aluka min faḍlika.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu.”
Doa tersebut selaras dengan kandungan hadis Rasulullah ﷺ yang memerintahkan agar seorang muslim meminta karunia Allah ketika mendengar ayam berkokok.
Bacaan ini sederhana, mudah dihafal, namun mengandung makna yang sangat mendalam karena seorang hamba mengakui keesaan Allah sekaligus memohon limpahan rahmat, rezeki, kesehatan, ilmu yang bermanfaat, ampunan, dan seluruh kebaikan dunia maupun akhirat.
Perlu dipahami pula bahwa sebagian masyarakat meyakini ayam selalu mengucapkan kalimat tauhid ketika berkokok. Riwayat mengenai lafaz tertentu yang diucapkan ayam tidak terdapat dalam hadis sahih sehingga tidak dapat dipastikan sebagai ajaran Rasulullah ﷺ.
Yang secara tegas dijelaskan dalam hadis adalah bahwa ayam melihat malaikat dan karena itu kita dianjurkan memohon karunia Allah ketika mendengar kokoknya. Dengan demikian, seorang muslim hendaknya membedakan antara hadis yang sahih dengan ungkapan yang berkembang di masyarakat.
Keutamaan kokokan ayam juga mengajarkan pentingnya memanfaatkan waktu-waktu yang diberkahi. Ketika mendengar ayam berkokok, seorang muslim tidak sekadar menganggapnya sebagai suara hewan, tetapi menjadikannya pengingat untuk berdzikir, beristighfar, membaca doa, dan mempersiapkan diri menunaikan shalat.
Terlebih jika kokokan tersebut terdengar menjelang Subuh, saat Allah SWT membuka pintu-pintu rahmat-Nya dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang bangun pada sepertiga malam terakhir.
Dari seluruh hadis di atas dapat disimpulkan bahwa Islam memandang ayam jantan sebagai salah satu makhluk Allah yang memiliki keistimewaan tertentu.
Rasulullah ﷺ melarang mencela ayam karena ia membangunkan manusia untuk shalat. Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa ayam melihat malaikat sehingga ketika mendengar kokoknya umat Islam dianjurkan memohon karunia Allah SWT.
Bahkan para ulama menerangkan bahwa waktu tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk berdoa karena diharapkan malaikat mengaminkan doa, memohonkan ampun, dan menjadi saksi atas keikhlasan seorang hamba.
Oleh karena itu, setiap kali mendengar ayam berkokok, hendaknya seorang muslim segera mengingat Allah dengan membaca:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
“Lā ilāha illallāh. Allāhumma innī as’aluka min faḍlika.”
“Tiada Tuhan selain Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu.”
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mampu mengambil pelajaran dari setiap tanda kebesaran-Nya, memanfaatkan waktu-waktu yang penuh keberkahan untuk berdoa, serta senantiasa memperoleh limpahan rahmat, ampunan, dan karunia-Nya. Aamiin. []













