Mengawali belajar dengan doa adalah ikhtiar seorang muslim memohon ilmu yang bermanfaat, pemahaman yang luas, dan keberkahan dari Allah.
ANNAIRI.OR.ID – Belajar dalam Islam menempati kedudukan yang sangat mulia. Sejak wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui perintah membaca, Islam telah menempatkan ilmu sebagai cahaya kehidupan.
Menuntut ilmu bukan hanya urusan sekolah, buku, atau pelajaran, tetapi bagian dari ibadah yang bernilai pahala. Karena itu umat Islam dianjurkan memulai belajar dengan doa, memohon kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat, pemahaman yang baik, hati yang lapang, dan keberkahan dalam ilmu yang dipelajari.
Doa sebelum belajar yang paling sering diamalkan adalah:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا
Rabbi zidnii ‘ilman warzuqnii fahman.
Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berilah aku pemahaman.”
Doa ini sangat akrab di lingkungan sekolah, madrasah, TPA, pesantren, maupun rumah. Anak-anak membacanya sebelum pelajaran dimulai, para santri membacanya sebelum mengaji, dan banyak orang tua mengajarkannya kepada anak-anak sebagai bagian dari adab menuntut ilmu.
Bagian awal doa tersebut memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Al-Qur’an QS. Taha (20): 114:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Wa qul rabbi zidnii ‘ilmaa.
Artinya: “Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.”
Ayat ini sangat istimewa karena menjadi salah satu doa yang langsung diperintahkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Dalam banyak tafsir dijelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kemuliaan ilmu.
Bahkan Nabi yang telah menerima wahyu pun diperintahkan terus meminta tambahan ilmu. Ini menjadi pelajaran bagi seluruh umat Islam bahwa menuntut ilmu tidak pernah berhenti sepanjang hayat.
Para ulama seperti Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan ilmu dibanding banyak perkara duniawi lainnya. Allah tidak memerintahkan Nabi untuk meminta tambahan harta, kedudukan, atau kekuasaan, tetapi memohon tambahan ilmu.
Selain Al-Qur’an, banyak hadis Nabi ﷺ yang menjelaskan betapa agungnya menuntut ilmu. Salah satunya hadis riwayat Sahih Muslim:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Man salaka thariqan yaltamisu fiihi ‘ilman sahhalallahu lahu bihi thariqan ilal jannah.
Artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
Hadis ini menunjukkan bahwa langkah menuju ilmu adalah langkah menuju kemuliaan. Belajar, membaca, mengaji, menghadiri majelis ilmu, atau mencari pemahaman tentang agama semuanya bernilai ibadah di sisi Allah.
Ada pula doa Nabi ﷺ yang sangat indah tentang ilmu yang bermanfaat, sebagaimana hadis yang diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majah.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima.”
Keutamaan Doa Sebelum Belajar
Doa ini mengajarkan bahwa tujuan ilmu bukan sekadar menjadi pintar, tetapi menjadi ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendekatkan seseorang kepada Allah, memperbaiki akhlaknya, menambah kebijaksanaannya, dan memberi manfaat kepada orang lain.
Ketika seorang Muslim membaca doa sebelum belajar, sesungguhnya ia sedang mengakui keterbatasannya di hadapan Allah. Ia sedang memohon agar hatinya dibukakan, pikirannya dijernihkan, lisannya dimudahkan memahami pelajaran, dan ilmunya menjadi berkah.
Karena tidak sedikit orang yang memiliki ilmu tetapi tidak mendapatkan manfaat dari ilmunya. Ada pula yang ilmunya sedikit, namun sangat membawa manfaat karena diberkahi Allah.
Membaca doa sebelum belajar juga menjadi latihan adab. Dalam Islam, ilmu selalu terkait dengan adab. Imam Malik pernah berpesan agar seorang penuntut ilmu mempelajari adab sebelum ilmu.
Maka memulai belajar dengan doa merupakan bagian dari adab tersebut. Duduk dengan tenang, membaca basmalah, berdoa, lalu memulai belajar dengan niat karena Allah—semua itu adalah bentuk penghormatan terhadap ilmu.
Doa ini bisa dibaca kapan saja sebelum belajar. Sebelum berangkat sekolah, sebelum guru memulai pelajaran, sebelum membuka kitab, sebelum membaca buku di perpustakaan, sebelum menghafal Al-Qur’an, sebelum menulis tugas, bahkan sebelum ujian. Banyak keluarga Muslim juga membiasakan anak-anak membaca doa ini bersama sebelum belajar di rumah.
Di era sekarang, saat ilmu begitu mudah diakses melalui buku dan internet, doa sebelum belajar tetap relevan. Justru semakin penting.
Karena banyaknya informasi tidak selalu berarti banyaknya pemahaman. Ilmu yang bermanfaat tetap memerlukan pertolongan Allah. Oleh sebab itu doa menjadi pembuka hati sekaligus penjaga niat.
Semoga kita semua diberi ilmu yang bermanfaat, pemahaman yang luas, hati yang lembut menerima nasihat, serta kemampuan mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Allah menambahkan ilmu kepada kita, memudahkan belajar, melapangkan pikiran, dan menjadikan ilmu sebagai jalan menuju kebaikan dunia dan akhirat. []














