Artikel

Kado Cinta untuk Saudaraku: Menemukan Romantisme Islam Lewat Nikah

Lukni Maulana
×

Kado Cinta untuk Saudaraku: Menemukan Romantisme Islam Lewat Nikah

Sebarkan artikel ini
romantisme islam lewat nikah
Ilustrasi

Menikah bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan awal perjalanan panjang untuk saling menyempurnakan dalam kebaikan dan meraih ridha Allah Swt.

ANNAIRI.OR.ID – Segala puji hanya milik Allah Swt., Rabb semesta alam. Tiada satu pun yang mampu menyamai keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan-Nya. Hanya kepada-Nya kita berdzikir, berdoa, memohon pertolongan, memohon ampunan, serta berlindung dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw., sang pembawa risalah yang mengubah peradaban manusia dari kegelapan menuju cahaya iman. Semoga pula tercurah kepada keluarga beliau, para sahabat, dan seluruh pengikutnya yang tetap berpegang teguh pada tali agama Allah hingga akhir zaman.

Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang mampu menyesatkannya. Sebaliknya, barang siapa dibiarkan tersesat, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Cahaya Islam senantiasa menjadi pelita yang menerangi perjalanan kehidupan bagi setiap hamba yang bersedia berjalan di atas jalan-Nya.

Sesungguhnya Islam adalah agama yang sempurna. Allah Swt. telah menyempurnakan ajaran-Nya dan menjaga kemurniannya sepanjang masa. Tiada kenikmatan yang lebih agung daripada menjalankan ajaran Islam secara kaffah. Salah satu nikmat besar yang Allah anugerahkan kepada manusia adalah pernikahan. Bagi mereka yang telah mampu menunaikannya, pernikahan merupakan ibadah yang menjadi jalan menuju ketenteraman, kesucian diri, dan kebahagiaan dunia maupun akhirat.

Allah Swt. berfirman:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum [30]: 21).

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa pernikahan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah. Manusia diciptakan berpasang-pasangan agar memperoleh ketenteraman jiwa, ketenangan hati, serta kasih sayang yang menjadi fondasi sebuah keluarga. Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan penyatuan dua hati yang sama-sama ingin mendekat kepada Allah.

Melalui pernikahan, seorang muslim diajak membangun peradaban yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Dari rumah tangga yang dipenuhi iman akan lahir generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap meneruskan perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam di muka bumi. Karena itu, rumah tangga bukan hanya tempat bernaung, tetapi juga madrasah pertama bagi lahirnya peradaban.

Rumah tangga yang dibangun di atas pondasi iman akan dipenuhi ketenangan, ketulusan, saling menghormati, dan kasih sayang. Di sanalah suami dan istri saling melengkapi kekurangan, menguatkan ketika lemah, mengingatkan ketika lalai, serta saling menggenggam tangan dalam perjalanan menuju ridha Allah Swt.

Oleh sebab itu, bagi siapa pun yang telah memiliki kemampuan untuk menikah, hendaklah bersegera menunaikannya. Pernikahan adalah benteng yang menjaga kehormatan, menundukkan pandangan, memelihara kesucian diri, serta menjadi salah satu jalan untuk menyempurnakan separuh agama sebagaimana diajarkan dalam banyak nasihat ulama. Di dalamnya terdapat mawaddah dan rahmah yang Allah tanamkan sebagai perekat kehidupan.

Inilah romantisme Islam yang sesungguhnya. Romantisme yang tidak dibangun di atas nafsu dan angan-angan kosong, melainkan di atas ibadah, tanggung jawab, pengorbanan, dan cinta yang diberkahi Allah. Berbeda dengan kisah-kisah cinta yang hanya mengagungkan perasaan tanpa tuntunan, Islam mengajarkan bahwa cinta sejati adalah cinta yang mengantarkan dua insan semakin dekat kepada Rabb-nya.

Wahai Saudaraku, Bersyukurlah!

Bersyukurlah atas nikmat Islam yang sempurna. Syariat Allah telah menetapkan aturan yang menjaga kehormatan laki-laki dan perempuan. Barang siapa menjalankan syariat-Nya dengan penuh keikhlasan, niscaya Allah akan membalasnya dengan kebahagiaan di dunia dan kemuliaan di akhirat.

Apabila Allah menghadirkan seseorang sebagai pasangan hidupmu, maka utamakanlah agama dan akhlaknya. Sebab keduanya merupakan pondasi utama yang akan menjaga rumah tangga dari badai kehidupan. Pasangan yang baik akhlaknya akan mengajarkan kelembutan, sedangkan pasangan yang baik agamanya akan membimbingmu menuju keridhaan Allah.

Sungguh beruntung seseorang yang dikaruniai pasangan yang saleh atau salehah, yang saling mengingatkan dalam kebaikan, saling menguatkan dalam kesabaran, dan saling menggenggam tangan menuju surga.

Wahai saudaraku, janganlah engkau terpedaya oleh gemerlap dunia hingga melupakan kenikmatan yang Allah persiapkan bagi orang-orang yang bertakwa. Dunia hanyalah persinggahan, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan yang sesungguhnya.

Wahai para pencari ilmu yang mengarungi samudra pengetahuan dan menapaki jalan-jalan kebajikan, apabila Allah telah melapangkan kemampuanmu, maka bersegeralah menikah. Pernikahan akan menjadi penjaga pandangan, penjaga kehormatan, sekaligus ladang ibadah yang pahalanya terus mengalir melalui keluarga yang saleh.

Bukalah mata dan hatimu. Lihatlah bahwa pernikahan bukanlah akhir dari kebebasan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk saling menyempurnakan dalam kebaikan. Rumah tangga ibarat tanah yang subur. Jika ditanami benih keimanan, disirami dengan ilmu, dipupuk dengan kesabaran, dan dirawat dengan kasih sayang, maka darinya akan tumbuh keluarga yang sakinah, dipenuhi mawaddah dan rahmah, serta melahirkan generasi yang berakhlak mulia.

Allah Swt. berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 31).

Semoga setiap langkah menuju pernikahan senantiasa diniatkan sebagai ibadah. Semoga setiap rumah yang dibangun di atas keimanan menjadi taman yang dipenuhi ketenteraman, kasih sayang, dan keberkahan. Dan semoga setiap keluarga muslim menjadi bagian dari mata rantai lahirnya generasi ulul albab yang mencintai ilmu, memuliakan akhlak, serta mengabdikan seluruh kehidupannya hanya kepada Allah Swt. []

Wallāhu a’lam bish-shawāb.